Рубрики
Без рубрики

OJK Luncurkan Tutorial Strategi Anti-Fraud ITSK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) meluncurkan Tutorial Strategi Anti-Fraud Penyelenggara Penemuan Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) untuk memitigasi praktik fraud dan membangun kepercayaan masyarakat.

Peluncuran Tutorial Strategi Anti-Fraud dikerjakan Kepala Eksekutif Pengawas Penemuan slot depo 5k qris Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Komputerisasi, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Hasan Fawzi di Bandung.

Hasan membeberkan, kerugian dampak fraud di sektor ITSK sangat terkait dengan turunnya kepercayaan masyarakat atas platfom digital atau sering kali disebut sebagai digital trust. Hal ini akan memberikan dampak yang besar mengingat digital trust adalah pondasi utama industri ITSK.

“Tutorial ini kami harapkan dapat dipakai dengan baik oleh Asosiasi bagi seluruh Penyelenggara ITSK agar ekosistem digital di Indonesia dapat kian berkembang dan diandalkan oleh masyarakat,” kata Hasan, dikutip Minggu (19/5/2024).

Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh oleh Penyelenggara ITSK dalam mencegah dan menangani fraud di antaranya via:

Pengaplikasian manajemen risiko dan penguasaan internal yang kuat; Meningkatkan transparansi kepada konsumen; Meningkatkan kemampuan infrastruktur IT; Melaksanakan edukasi yang berkelanjutan untuk seluruh pegawai; dan Melaksanakan aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan literasi konsumen.

Kecuali itu, dalam kunjungan kerjanya di Bandung, Hasan Fawzi juga menghadiri Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Jawa Barat dengan tema “Meningkatkan Sinergi antara Penemuan Teknologi Sektor Keuangan”.

Menurutnya, OJK terus mendorong perkembangan sektor ITSK via bermacam-macam kebijakan dan sinergi dengan Industri Jasa Keuangan (IJK) untuk mendorong terciptanya ekosistem keuangan digital yang kondusif dan kolaboratif.

“Kemitraan antar-pemangku kepentingan ini akan mendorong terciptanya ekosistem keuangan digital yang kondusif dan kolaboratif, serta pada kesudahannya memungkinkan lembaga jasa keuangan (LJK) untuk mengeksplorasi dan mengembangkan layanan keuangan berbasis inovasi digital yang inklusif dan pantas dengan keperluan masyarakat yang terus berkembang,” kata Hasan.

Hasan menyebut, kolaborasi yang baik akan membuka akses bagi penyelenggara ITSK kepada pasar yang lebih luas serta mendapatkan kans eksplorasi dengan LJK dalam mengembangkan produk dan layanan barunya.

“Hal ini tentunya juga akan berimbas positif kepada perkembangan industri ITSK secara menyeluruh,” ujarnya.

Best Regards
Author Signature for Posts

Добавить комментарий

Ваш адрес email не будет опубликован.