Рубрики
Без рубрики

Penyebab Kopling Mobil Selip, Masalah pada Komponennya

Penyebab kopling mobil selip penting untuk kamu waspadai. Ada berbagai faktor yang menjadi penyebab kopling mobil mengalami selip. Ketika kopling mobil bermasalah, dapat mempengaruhi performa kendaraan.

Penyebab Kopling Mobil Selip yang Wajib Diperhatikan

Kopling selip merupakan salah satu masalah mobil yang sering terjadi. Meski begitu, sebagai pemilik kendaraan, tidak boleh mengabaikannya.

Jika tidak mendapatkan perbaikan segera, kerusakan Pengeluaran HK akan semakin parah. Bahkan, dapat berdampak pada seluruh drivetrain.

Dengan mengetahui apa saja faktor penyebabnya, membuat kamu semakin mudah menemukan solusinya. Untuk itulah, mari mengenal penyebab kopling mobil selip.

1. Penggunaan Oli Transmisi yang Salah

Kopling selip dapat disebabkan karena penggunaan oli transmisi yang salah. Sebagian pemilik kendaraan, seringkali tergiur untuk menggunakan oli transmisi yang harganya mahal.

Padahal, harga mahal tidak selalu menjamin kualitasnya. Justru dapat mengakibatkan kerusakan seperti kopling rusak.

Ada baiknya, kamu selalu menggunakan oli transmisi sesuai dengan spesifikasi pabrikan. Tak hanya itu, perhatikan pula kekentalan olinya.

Jangan gunakan oli yang terlalu kental atau sebaliknya. Sebab, hal ini dapat mengganggu fungsi komponen yang terdapat dalam transmisi.

2. Melemahnya Pegas Kopling

Penyebab kopling mobil selip yang tak kalah penting untuk kamu perhatikan, yakni pegas kopling melemah. Ketika masalah ini terjadi, maka pressure plate tidak bisa memberikan tekanan kampas dengan baik.

Tidak hanya mengakibatkan kopling mobil selip, tetapi juga tidak bisa meneruskan tenaga putaran dari mesin.

Sejatinya, pegas kopling memiliki fungsi untuk menekan pressure plate supaya meneruskan gaya tekanan ke kampas kopling. Dengan begitu, dapat memberikan tenaga dari transmisi dari mesin.

3. Terdapat Oli pada Kopling

Penyebab kopling motor selip selanjutnya, adanya oli pada kopling. Sebenarnya, jika kadar oli tidak terlalu banyak, jarang menimbulkan masalah.

Namun, jika jumlahnya berlebihan, bukan tidak mungkin mengakibatkan kopling selip. Kopling berada di antara transmisi dan mesin.Karena itulah, tidak menutup kemungkinan jika kopling terkena oli mesin. Penyebab masalah ini harus kamu atasi dengan segera. Pasalnya, dapat berdampak pada tenaga mesin mobil.

4. Kondisi Pressure Plate

Kopling mobil memiliki beberapa komponen. Salah satu komponen yang paling penting adalah pressure plate.

Umumnya, pressure plate adalah bagian yang mendapatkan panas paling tinggi. Akibatnya, mudah mengalami bengkok.

Selain itu, timbulnya gesekan yang terlalu kuat dapat mengakibatkan keausan. Ketika kerusakan ini terjadi, tekanan yang diberikan kurang maksimal, sehingga tidak bisa menyalurkan tenaga dengan baik.

Pressure plate terhubung ke flywheel, sehingga dapat memberikan tekanan pada plat kopling. Jika berfungsi dengan baik, maka dapat mengalirkan tenaga dari mesin ke transmisi.

5. Terjadi Kerusakan pada Cakram Kopling

Cakram kopling memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan kampas rem. Dimana, bisa melengkung, aus, hingga menyebabkan selip pada koplingnya.

Lapisan yang digunakan pada kampas rem mirip dengan cakram kopling. Memiliki fungsi memudahkan interaksi antara permukaan pressure plate dengan flywheel.

6. Kampas Kopling Aus

Kampas kopling yang tidak bisa lagi menjalankan fungsinya dengan baik, dapat menjadi penyebab kopling mobil selip. Tak hanya itu, mobil juga akan kesulitan untuk memasukkan gigi, sehingga tidak dapat berjalan.

Sebagai komponen yang terus bekerja, kampas kopling bisa saja habis atau aus. Hal ini terjadi karena adanya gesekan yang terjadi secara berulang kali. Alhasil, tenaga yang diteruskan dari mesin ke transmisi berkurang.

7. Kebiasaan Berkendara yang Buruk

Mobil yang selalu digunakan secara terus menerus dapat mempengaruhi performanya. Misalnya saja, mobil sering kamu gunakan untuk menempuh perjalanan jauh, durasi pemakaiannya menjadi lebih singkat.

Penggunaan kendaraan yang wajar, usia kopling bisa mencapai lebih dari lima tahun atau 70.000 km. Dengan catatan, gaya berkendara yang kamu lakukan benar dan sesuai prosedur keselamatan.

Kebiasaan berkendara yang asal-asalan dapat membuat komponen kendaraan mengalami kerusakan, seperti kopling selip. Selain itu, juga bisa mengakibatkan pemborosan.

Best Regards
Author Signature for Posts

Добавить комментарий

Ваш адрес email не будет опубликован.